Kamis, 17 Agustus 2017

Sukses Vs Bahagia

SUKSES vs BAHAGIA
Sering saya lontarkan dalam seminar " Sukses dulu atau bahagia dulu? "
Ada yang berkata,  sukses dulu baru bahagia,  ada juga yang berkata bahagia dulu baru sukses dan ada yang berkata sukses dan bahagia harus bersamaan.
Sukses alat ukurnya berubah-ubah, sukses di sisi ini tapi tidak sukses pada sisi lain.  Dan sukses cenderung melihatnya dari aspek keduniaan,  seperti harta berlimpah,  karir yang tinggi dll. Sedangkan bahagia bisa berubah atau sesaat dan bisa pula tetap. Sehingga ada yang bahagia sesaat dan ada pula yang bahagia selamanya.
Idealnya sukses dan bahagia bersamaan. Namun kalau kita lihat lebih detail,  jika seseorang senantiasa mengejar kesuksesan apakah sudah pasti dia akan bahagia?  So pasti belum tentu bukan. Yang kita takuti adalah mengejar kesuksesan namun malah jauh dari kebahagiaan.
Terus apa dulu dong....
Ok,  barangkali sebagai bahan renungan,  bahagia itu adalah ketenangan dan bahagia tidak harus berlimpah harta dan tinggi jabatan tapi bahagia adalah ketengan hati, merasakan hati nyaman bahkan merasakan hati dan mampu berpikir lebih tenang,  dan apakah sekalipun ada masalah? Ya, sekalipun ada masalah,  karena bahagia itu bisa dalam keadaan memiliki masalah maupun dalan keadaan tidak punya masalah,  atau bahkan masalah yang ia miliki mampu menjadikan dirinya tetap bahagia bahkan pula bisa lebih bahagia.
Jadi apa dulu yang harus saya kejar?
Ada yang sering mengatakan carilah kesuksesan didunia sampai akhirat.
Betul sekali,  percuma kita sukses di dunia namun diakhiri dengan kematian yang tragis dan dipertanyakan diakhirat kelak nanti.
Lebih ngeri lagi berniat membahagiakan orang tua dengan mengejar kesuksesan namun sebelum sukses orang tua sudah tiada dan belum bahagia. Padahal membangun rasa bahagia untuk orang tua tidak harus sukses dahulu.
Kalau kita renungkan bagaimana bisa mendapatkan kesuksesan didunia sampai diakhirat jika hidup didunianya tidak bahagia.
Jadi,  jika kita ingin mencapai kesuksesan maka syarat utamanya adalah bahagiakan terlebih dahulu pribadi kita,  baik pikiran maupun perasaan.
Ibarat seorang pelajar hendak menghadapi soal ulangan,  maka soal akan sulit di kerjakan jika dia berpikiran setumpuk marah yang dia terima dari orang tuanya.  Namun jika pelajar itu mampu mengolah pikiran dan perasaan,  yang kita kenal manajemen emosional (EQ), dengan cara berpikir positif dan menyimpan jauh-jauh pikiran negatifnya maka ia akan mampu mengerjakan soal-soal tsb dengan baik.
Dapatlah ditarik kesimpulan bahwa untuk mencapai kesuksesan adalah carilah bahagia terlebih dahulu,  dan jika kita ramu sedemikian :
================================
Bahagia adalah kesuksesan yang Haqiqi
================================
Bahagia yang haqiqi hanya bisa diperoleh jika kita mampu bersyukur dengan nikmat yang saat ini kita terima, dengan kata lain bahagia adalah jika kita dekat dengan Sang Khalik, Allah SWT,   yang telah menciptakan kita dan akan mewafatkan kita suatu saat nanti.
semoga bernanfaat....
Salam bahagia dari sahabat setia
Asep Sopandi I

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TRUE STORY "Guru Tidur di Toilet Sekolah", kok ada ya?

Beberapa tahun yang silam, tepatnya sekitar tahun 1993, ada seorang guru yang masih muda belia, namun penuh semangat dan ingin berkiprah men...